Berita:Kongres Guru Indonesia ……..Pemerintah Janji, Akan Jamin Nasib Guru

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, penghapusan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK sebagai salah satu langkah reformasi birokrasi pada struktur kelembagaan di kementriannya saat ini bukan untuk menjadikan guru terkotak-kotak. Hal tersebut semata-mata supaya lebih fokus untuk meningkatkan kapasitas guru.

Demikian dikatakan Mendiknas Mohammad Nuh seusai memberikan kata pengantarnya pada pembukaan Kongres Guru Indonesia (KGI) 2010 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (20/5/2010). Menurutnya, Kemendiknas RI tengah memiliki empat langkah reformasi yang ditempuhnya, yakni reformasi birokrasi, pemuliaan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), pemenuhan sarana dan prasarana, serta reformasi sistem pembelajaran.

“Pemerintah tidak mungkin mengabaikan nasib guru. Justeru, dengan langkah ini semua upaya untuk memperbaiki kualitas guru lebih terfokus,” ujar Nuh.

Nuh menjamin, perampingan di tubuh struktur keorganisasian Kemendiknas RI saat ini tidak akan menyebabkan anggaran yang sudah dibuat dan ditentukan hilang.

Anggaran itu tidak melekat pada organisasi, tetapi pada program,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam paparannya di hadapan peserta kongres, Mendiknas menyebutkan bahwa jumlah guru di Indonesia saat ini mencapai 2.607.311, yang terdiri dari 634,576 guru swasta dan 1.972.735 guru negeri.

Dikatakannya, jumlah guru terbanyak saat ini ada di jenjang sekolah dasar (SD), yang mencapai 1.483.059 guru. Dari jumlah tersebut, lanjut Mendiknas, terdapat 1,5 juta atau 57 persen guru yang belum memenuhi kualifikasi S-1/D4, serta sebanyak 78,92 persen guru yang belum diserfitikasi.

“Mestinya 2010 itu sudah satu juta lebih, tetapi ternyata baru 800-an ribu. Kita punya keterlambatan untuk menyelesaikan sertifikasi itu hingga 600 ribuan atau 44 persen,” ujarnya. [aspirasi guru]

About gurupojok

the experience is the best teacher
This entry was posted in aspirasi. Bookmark the permalink.